a:1:{s:5:"entry";a:1:{i:0;a:11:{s:2:"id";s:7:"4064582";s:4:"hash";s:32:"a3adbb9bcf24be9c1a523920782f89ad";s:11:"requestHash";s:13:"humas4ragunan";s:10:"profileUrl";s:33:"http://gravatar.com/humas4ragunan";s:17:"preferredUsername";s:13:"humas4ragunan";s:12:"thumbnailUrl";s:61:"http://2.gravatar.com/avatar/a3adbb9bcf24be9c1a523920782f89ad";s:6:"photos";a:1:{i:0;a:2:{s:5:"value";s:61:"http://2.gravatar.com/avatar/a3adbb9bcf24be9c1a523920782f89ad";s:4:"type";s:9:"thumbnail";}}s:4:"name";a:3:{s:9:"givenName";s:4:"dion";s:10:"familyName";s:4:"abdi";s:9:"formatted";s:9:"dion abdi";}s:11:"displayName";s:13:"humas4ragunan";s:7:"aboutMe";s:339:"Saya adalah seorang warga tidak tetap yang tinggal di Ragunan sejak akhir 2001. Awalnya saya mengontrak sebuah rumah petak bersama teman2 (laki2), kemudian pindah ke kontrakan lain bersama istri, kemudian ber-kali2 pindah ke kontrakan yang lain bersama istri dan dua oang anak. Ragunan, tempat saya memulai kehidupan di tengah2 masyarakat.";s:4:"urls";a:0:{}}}}