Websites

pmanpo

Saya adalah sulung dari 4 bersaudara. Lahir di keluarga di sederhana dimana sebagai anak lelaki satu-satunya dalam budaya patrilineal telah menempa diri sedemikian rupa untuk terus menatap ke depan.

Keingintahuan saya untuk hal-hal baru mulai muncul saat usia remaja, tepatnya awal bangku sma. Pribadi yang tadinya hidup sebagai anak rumahan, dari kecil adem-ayem beraktifitas di sd dan smp negri seputaran rumah di bilangan Pondok Kopi yang diidamkan ternyata menyimpan hasrat untuk melihat sisi lain kehidupan di luaran sana, khususnya setelah pengalaman pribadi dalam komunitas kecil PA ketika menginjak bangku kelas 1 sma.

Semenjak mengenal gaya hidup baru, yaitu berbagi dalam komunitas, sayapun mulai berani melangkah untuk hal-hal yang tidak terbayangkan di masa kecil dahulu seiring kepercayaan diri yang meningkat. Dimulai dengan 'lolos' jadi ketua 1 OSIS di sma favorit jakarta timur (padahal dari semenjak SD belum pernah tuh merasakan jadi ketua kelas). Petualangan hidup berlanjut semasa kuliah di Gunadarma, Depok. Saat itu diri ini bepergian 1 - 2 x dalam sebulan untuk sebuah tugas pelayanan ke bagian selatan pulau Sumatera. Sebagai anak rumahan yang semasa sma baru mulai tahu jalanan jakarta lalu bepergian lintas propinsi itu memang luar biasa. Saya akhirnya melihat Indonesia di belahan yang lainnya. Yup, pemandangannya memang hanya desa biasa dan warga biasa. Tapi itu menyadarkan saya bahwa pembangunan di negri ini tidaklah metata.

Waktu bergulir cepat dan sempat merasakan hidup sebagai pendidik selama 7 tahun. Inipun bukan bagian dari rencana hidup, tapi katakter dan paradigma yang barupun menjadi kaya. Pendidikan itu nyatanya begitu penting dan akhirnya saya mengerti hal berikutnya betapa kita sebagai bangsa telah merosot karena lalai dalam hal yang satu ini.

Beralih dari hidup sebagai pendidik, saya akhirnya lanjut pada pekerjaan yang berhubungan dengan jurusan kuliah saya dahulu. Walau sekarang tidak mengajar di sekolah formal, tapi tetap mempertajam diri lewat wadah yang lain yaitu Youth Ministry dan Pakars Indonesia.

Selain bekerja dan akhirnya mulai terjun ke dunia usaha. Seorang teman dekat di awal tahun 2016 mengusik saya dengan celoteh terbukanya perihal kegiatan menulis yang kerap saya lakukan di waktu senggang melalui medsos 'kekinian' Zukernberg. Sejak hari itu, sejujurnya ada asa yang muncul perihal passion berbagi lewat tulisan. Good news is worth to share katanya.

Menjadi pusat perhatian bukanlah sifat dasar saya. Tapi di sisi lain, keinginan untuk berbagi juga telah membentuk karakter saya. Jika ingin belajar banyak biasanya saya akan menonton film-film inspirasi, diskusi dengan siapapun, atau browsing artikel di dunia maya untuk mendapat perspektif logis. Namun jika ingin refresh, maka olah raga basket, makan bareng teman, karaoke, ataupun chat menjadi pilihan yang diambil.

Be inspired to inspiring others, selalu terngiang di batin ini. Oleh sebab itu saya tetap menyediakan waktu khusus setiap hari untuk bertemu dengan DIA yang telah menjamah kehidupan semasa sma dulu.

Momentum hidup terbaik bagi saya adalah saat bisa menyemangati serta membahagiakan orang-orang yang disayangi sambil terus terkoneksi dengan Sumber Sukacita yang Sejati itu.

Jadi sekarang, it's me friends. Mulailah diri ini berselancar lebih deras untuk sekedar berbagi rasa yang semoga bisa menjadi inspirasi, refleksi, ataupun 'moodbooster' untuk hidup fana yang lebih bernilai.

Lahir dan hidup di Indonesia ini adalah anugerah yang luar biasa. Dan semoga sampai hari laju ke depan, masih sempat saya menyusuri setiap pelosoknya bersama dengan berbagai cerita hidup, cinta, dan perjuangan yang mungkin tersaji ringan lewat kumpulan aksara yang terangkum sederhana.

Salam Terobosan!
PmanPo, 2016-4-8

Contact Me

  • Email